Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik kembali dana Rp 75 triliun dari total Rp 276 triliun Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang sebelumnya ditempatkan di perbankan. Dana tersebut semula disalurkan ke lima bank Himbara dan satu bank pembangunan daerah, dengan porsi terbesar di Bank Mandiri, BRI, dan BNI.
Usai penarikan, dana SAL yang masih tersimpan di perbankan berjumlah Rp 201 triliun. Purbaya menegaskan dana Rp 75 triliun yang ditarik tidak mengendap di kas pemerintah, melainkan kembali dibelanjakan untuk mendorong aktivitas ekonomi agar tetap berputar di sistem.
Ia mengakui, penempatan dana pemerintah di perbankan sebelumnya belum berdampak optimal terhadap penyaluran kredit. Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit per Oktober 2025 yang hanya mencapai 7,36 persen secara tahunan, di bawah ekspektasi pemerintah.
Menurut Purbaya, salah satu penyebabnya adalah ketidaksinkronan kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia pada periode sebelumnya. Namun, ia menyebut koordinasi kini telah diperkuat sehingga kebijakan fiskal dan moneter bisa berjalan lebih selaras.
Dengan sinergi yang lebih solid, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 berpeluang menembus 6 persen, melampaui asumsi dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar 5,4 persen.
Usai penarikan, dana SAL yang masih tersimpan di perbankan berjumlah Rp 201 triliun. Purbaya menegaskan dana Rp 75 triliun yang ditarik tidak mengendap di kas pemerintah, melainkan kembali dibelanjakan untuk mendorong aktivitas ekonomi agar tetap berputar di sistem.
Ia mengakui, penempatan dana pemerintah di perbankan sebelumnya belum berdampak optimal terhadap penyaluran kredit. Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit per Oktober 2025 yang hanya mencapai 7,36 persen secara tahunan, di bawah ekspektasi pemerintah.
Menurut Purbaya, salah satu penyebabnya adalah ketidaksinkronan kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia pada periode sebelumnya. Namun, ia menyebut koordinasi kini telah diperkuat sehingga kebijakan fiskal dan moneter bisa berjalan lebih selaras.
Dengan sinergi yang lebih solid, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 berpeluang menembus 6 persen, melampaui asumsi dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar 5,4 persen.
- Категория
- Кредит наличными
Комментариев нет.









